Cerita Legenda Gua Batu

Gambar
Cerita Legenda Gua Batu Gua Batu terletak di Desa Tapen Kecamatan Suti Semarang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Menurut masyarakat setempat dahulu ada seorang anak kecil tinggal bersama neneknya, mereka keluarga yang miskin. Di sana ada orang kaya yang sombong, mereka sedang mengadakan acara pernikahan. Anak kecil itu pun pergi ke pesta acara pernikahan dia meminta makan karena lapar, tapi apa yang terjadi malah dia diberikan kulat karet yang dibungkus dengan daun. Dengan senang hati anak itu pulang membawa makanannya, anak itu berkata dengan  neneknya, ''Nek..aku ada makanan tadi aku ketempat yang pesta mereka memberikan aku makanan ini.'' lalu dibukanya makanan tersebut dan dimakannya tetapi anak itu susah memakannya karena liat.  Cucunya berkata dengan neneknya, ''Nek.. Mengapa kue cucur ini liat?''  Mendengar cucunya berkata kue nya liat, neneknya pun langsung mengambil kue tersebut dan dilihatnya ternyata kulat karet, sang nenek heran dan s...

Cerita Rakyat Legenda Danau Lipan

 

Cerita Rakyat Legenda Danau Lipan



Danau Lipan nama sebuah tempat di daerah Kecamatan Muara Kaman, terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Danau ini memiliki padang sangat luas yang ditumbuhi semak dan perdu. Danau ini tidak ada airnya. Lalu kenapa disebut Danau Lipan ?

Zaman dahulu, daerah Muara Kaman berupa lautan. Tepi lautnya terletak di Berubus. Pada waktu itu terdapat sebuah kerajaan yang pelabuhannya disinggahi banyak kapal – kapal dari dalam negeri maupun luar negeri. Disana tidak hanya pelabuhan yang terkenal tetapi, ada seorang putri cantik bernama Putri Aji Berdarah Putih dari kerajaan itu, dia sangat terkenal sampai ke segala penjuru  negeri.

Diceritakan bahwa nama tersebut diberikan ketika Sang Putri sedang menyirih lalu meminum air sepahanya yang berwarna merah. Nampak terlihat air mengalir dari kerongkongannya. Karena kulitnya yang halus dan putih. Sang putri merupakan gadis yang sangat cantik jelita yang tiada bandingnya, sehingga namanya terdengar sampai ke Negeri Cina.

Mendengar kecantikan Putri Aji Berdarah Putih, Raja Cina membawa pasukan pergi ke Berubus. Dengan membawa kapal besar, mereka hendak melamar Sang Putri Aji.

Mendengar rencana kedatangan Sang Raja, Sang Putri Aji Berdarah Dingin pun mempersiapkan pesta penyambutan mereka. Pada suatu hari tibalah Sang Raja dari Cina, mereka disambut dengan meriah. Di sana banyak makanan dan minuman yang disajikan. Mereka juga disambut dengan tari – tarian yang dapat menarik hati.

Putri Aji Berdarah Putih sudah mengetahui maksud kedatangan Sang Raja, ia menyambutnya dengan hangat. Tapi, tidak pernah diduga oleh Sang Putri sebelumnya, kelakuan Sang Raja bagai seekor binatang yang dengan rakus memakan hidangan langsung dari wadah tanpa menggunakan tangan.

‘’Huh! Jorok benar kelakuan Sang Raja ini. Sungguh tak tahu sopan santun, menyesal aku telah menyambutnya dengan meriah.’’ kata Sang Putri dalam hati.

Selesai makan dan minum, dengan liar Sang Raja melamar Sang Putri. ‘’Hai..Putri dan cantik jelita, maukah kau jadi permaisuriku?’’ Kata Sang Raja.

Dengan tegas Sang Putri menjawab, ‘’Aku tidak sudi menjadi permaisuri dari Raja yang jorok dan tidak tahu sopan santun.’’

Mendengar ucapan Sang Putri seperti itu membuat Sang Raja murka, karena merasa terhina dia kembali ke negerinya. Tapi, kemarahannya tidak sampai disitu, Sang Raja menyiapkan pasukan untuk menyerang kerajaan Sang Putri Aji.

Beribu -  ribu pasukan dari Negeri Cina datang ke kerajaan Putri Aji. Pertempuran pun terjadi, Sang Putri pun tidak mau kalah ia mempersiapkan pasukannya yang handal dan gagah berani untuk membendung serangan dari pasukan Sang Raja. Banyak Prajurit dari kedua belah pihak yang gugur. Meski banyak gugur Sang Raja selalu menambahkan pasukannya untuk menyerang kerajaan Sang Putri Aji.

Melihat banyak pasukannya yang gugur, Sang Putri Aji menjadi cemas. Jika peperangan terus dilanjutkan Sang Putri khawatir melihat pasukannya semakin sedikit  jumlahnya, sedangkan Pasukan dari Sang Raja semakin bertambah. ‘’Wah ..gawat..,jika peperangan terus dilanjutkan aku pasti kalah, apalagi jumlah prajurit ku semakin sedikit. Apa yang harus aku perbuat? ‘’Tanya Sang Putri Aji dalam hati. 

Sang Putri Aji mulai punya cara  bagaimana mengalahkan pasukan dari Sang Raja tersebut. Dia pun menggunakan kesaktiannya, diambilnya Sirih dari wadahnya, dikunyahnya sirih tersebut sambil mulutnya berkomat –kamit membaca Mantra. Setelah itu sirih tersebut disemburkannya kesegala arah, lalu berubah menjadi lipan yang sangat ganas, lipan tersebut sangat banyak bahkan sampai jutaan jumlahnya. Lipan – lipan tersebut menjadi barisan prajurit yang siap menyerang pasukan Sang Raja, melihat lipan – lipat banyak dan ganas akhirnya pasukan Sang Raja lari kocar kacir meninggalkan daerah itu.



Serangan lipan – lipan tersebut tidak henti sampai disitu, lipan – lipan tersebut mengejar sampai kelaut hingga membuat kapal mereka tenggelam. Akhirnya binasalah mereka, tempat tenggelamnya kapal tersebut berubah menjadi padang yang sangat luas, ditumbuhi semak  dan perdu yang  menyatu dengan laut. Tempat ini sekarang dinamakan Danau Lipan.

 

Kutipan : Dari cerita ini mengajarkan kita untuk tidak makan terlalu jorok apalagi makan di pesta, berperilakulah yang baik. Terimakasih.



Komentar