Cerita Legenda Gua Batu

Gambar
Cerita Legenda Gua Batu Gua Batu terletak di Desa Tapen Kecamatan Suti Semarang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Menurut masyarakat setempat dahulu ada seorang anak kecil tinggal bersama neneknya, mereka keluarga yang miskin. Di sana ada orang kaya yang sombong, mereka sedang mengadakan acara pernikahan. Anak kecil itu pun pergi ke pesta acara pernikahan dia meminta makan karena lapar, tapi apa yang terjadi malah dia diberikan kulat karet yang dibungkus dengan daun. Dengan senang hati anak itu pulang membawa makanannya, anak itu berkata dengan  neneknya, ''Nek..aku ada makanan tadi aku ketempat yang pesta mereka memberikan aku makanan ini.'' lalu dibukanya makanan tersebut dan dimakannya tetapi anak itu susah memakannya karena liat.  Cucunya berkata dengan neneknya, ''Nek.. Mengapa kue cucur ini liat?''  Mendengar cucunya berkata kue nya liat, neneknya pun langsung mengambil kue tersebut dan dilihatnya ternyata kulat karet, sang nenek heran dan s...

Cerpen : Akibat Berburu Di Hutan Angker

 

Cerpen : Akibat Berburu Di Hutan Angker


Pada zaman dahulu ada sebuah Desa bernama Desa Katungo. Di sekitar Desa Katungo terdapat hutan yang sangat angker. Di hutan tersebut biasanya terdengar suara aneh, ada suara rintihan menangis, ada suara orang tertawa dan ada bunyi pohon tumbang. Mendengar ada suara seperti itu membuat orang Desa takut. Awalnya orang Desa penasaran dan langsung pergi ke hutan tersebut, akan tetapi ketika mereka lihat, tidak ada satu pohon pun yang tumbang di hutan tersebut. Setiap malam jumat atau hujan panas selalu terdengar suara - suara aneh. Maka dari itu orang di Desa tersebut menyebutnya Hutan Angker.

Di Desa Katungo, ada dua orang pemuda bernama Mek dan Sandi mereka  adalah sahabat yang akrab. Mek dan Sandi suka berburu, hampir setiap hari mereka berburu, mereka berburu Rusa, kijang, Babi Hutan, Kelinci, dan binatang lainnya. Hampir semua hutan sudah mereka burui, tapi hanya satu hutan yang belum pernah diburui yaitu Hutan Angker.

Suatu hari Mek mengajak Sandi hendak pergi berburu. ‘’Sandi, Yuk kita pergi berburu?’’ Ajak Mek kepada Sandi. ‘’Pergi berburu kemana ?. Jawab Sandi.

‘’ Kita Berburu di sekitar kebun karet kami aja.’’ Sahut Mek.

‘’Yuk lah, kalau begitu sekarang kita berangkat !’’ Jawab Sandi.

Sandi dan Mek pun segera mempersiapkan peralatan burburu, seperti senapan dan bekal makanan mereka. Peralatan berburu Mek sudah siap, dia juga sudah makan di rumah dan segera menyusul Sandi.

‘’Sandi, yuk kita berangkat lagi ? peralatan ku sudah siap !. Ajak Mek kepada Sandi.

Iya , sebentar.. tapi aku belum minum kopi !.’’ Jawab Sandi.

Karena menunggu air lama mendidih  Sandi pun langsung pergi dan tidak jadi minum kopi.

‘’ Yuk, kita berangkat ?’’ Ajak Sandi dengan semangat.

‘’Yuk lah ! ‘’ Jawab Mek. Akhirnya mereka berdua pun pergi berburu, di sana mereka tidak melihat binatang satu pun, karena hampir setiap hari diburu mereka berdua. Tidak jauh dari lokasi kebun karet, terdengar suara burung bangau. Mendengar suara burung bangau, mereka langsung mencari arah suaranya, makin lama suaranya makin menjauh dan mereka selalu mengikuti suara burung bangau.

Hari pun semakin petang menunjukan pukul 05.30. Mereka pun masih mencari burung itu, secara tidak sadar mereka sudah memasuki wilayah hutan angker. ‘’ Wah, kita sudah memasuki wilayah hutan angker !’’ kata Mek dengan rasa kaget. Suhu pun mulai dingin dan terdengar suara banyak binatang membuat mereka merinding, tapi Sandi dan Mek mencoba beranikan diri mencari suara binatang tersebut. tidak jauh dari situ ada pohon Beringin (Kayu Ara) besar, dibawah pohon itu dilihatnya ada dua ekor kijang, dua ekor kancil, dan dua ekor ayam hutan. 

Melihat binatang banyak dan berpasangan dibawah pohon Kayu Ara, Sandi langsung menembak satu ekor kijang dan satu ekor kancil, begitu juga Sandi menembak satu ekor ayam hutan, dan pasangan kijang, kancil dan ayam hutan lainnya lari ke semak - semak, mereka pun mencarinya ke semak - semak.

Tidak jauh dari mereka ada seeokor babi hutan. Melihat babi hutan itu Mek pun langsung mengejarnya. ‘’itu ada babi hutan yuk kita kejar ? kamu ke arah timur dan aku ke arah barat ! ‘’Ajak Mek kepada Sandi.

‘’ Iya, siap!.’’ Jawab Sandi dengan nada tegas.

Mereka pun berpencar, Mek ke arah timur dan Sandi ke arah barat. Tidak lama kemudian Mek melihat babi hutan di depannya, kemudian ditembaknya babi itu pas diatas kepalanya. Lalu dilihatnya ternyata bukan babi dan itu adalah Sandi. ‘’Astaga ! ternyata aku menembak Sandi''. kata Mek dalam hati. Dia pun langsung menangis dan dibawanya pulang mayat Sandi. Mek menyesal karena sudah berburu di hutan angker.

Setelah sampai di perkampungan semua orang melihat Mek membawa mayat Sandi, di sana Mek bertemu dengan ibunya Sandi. ‘’ Kenapa  Sandi sampai meninggal seperti itu ?’’ Tanya ibu nya  Sandi sambil heran dan menangis. ‘’Maaf bu, aku tidak sengaja menembaknya, tadi kami berburu di hutan angker, disana aku melihat dia seperti seekor babi, jadi aku kira babi hutan dan langsung aku tembak pas di atas kepalanya.’’ Jawab Mek sambil menjelaskan kejadiannya.

‘’ Kalau begitu kamu harus di hukum adat dan di masukan ke penjara’’ kata ibunya Sandi sambil kesal.

Akhirnya Mek membayar hukuman adat dan masuk ke dalam penjara. Didalam penjara dia pun bermimpi bertemu dengan Sandi. Didalam mimpi dia melihat Sandi dimarahi dan diikat kakek tua karena sering berburu menghabisi binatang yang ada di hutan. Inilah akibatnya berburu di hutan angker.

 

Pesan singkat : Dari cerita ini mengajak kita untuk lebih hati – hati ketika berburu, jangan sampai menghabisi binatang di sekitar alam kita. Sayangi juga alam kita. Terimakasih.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen : Berawal Karena Tidak Bisa Belajar Secara Online

Cerita Tentang Patung Pantak Dayak Kalimantan Rumpun Kanayatn