Cerita Legenda Gua Batu
Cerpen : Akibat Berburu Di Hutan Angker
Pada zaman dahulu ada sebuah Desa bernama Desa Katungo. Di sekitar Desa Katungo terdapat hutan yang sangat angker. Di hutan tersebut biasanya terdengar suara aneh, ada suara rintihan
menangis, ada suara orang tertawa dan ada bunyi pohon tumbang. Mendengar ada suara
seperti itu membuat orang Desa takut. Awalnya orang Desa penasaran dan
langsung pergi ke hutan tersebut, akan tetapi ketika mereka lihat, tidak ada satu pohon pun yang
tumbang di hutan tersebut. Setiap malam jumat atau hujan panas selalu terdengar suara - suara aneh. Maka
dari itu orang di Desa tersebut menyebutnya Hutan Angker.
Di Desa Katungo, ada dua orang pemuda bernama Mek dan Sandi mereka adalah sahabat
yang akrab. Mek dan Sandi suka berburu, hampir setiap hari mereka berburu, mereka berburu Rusa, kijang, Babi Hutan, Kelinci, dan binatang
lainnya. Hampir semua hutan sudah mereka burui, tapi hanya satu hutan yang belum
pernah diburui yaitu Hutan Angker.
Suatu hari Mek mengajak Sandi hendak pergi berburu. ‘’Sandi, Yuk kita pergi berburu?’’ Ajak Mek kepada Sandi. ‘’Pergi berburu kemana ?. Jawab Sandi.
‘’ Kita Berburu di sekitar kebun
karet kami aja.’’ Sahut Mek.
‘’Yuk lah, kalau begitu sekarang
kita berangkat !’’ Jawab Sandi.
Sandi dan Mek pun segera
mempersiapkan peralatan burburu, seperti senapan dan bekal makanan mereka.
Peralatan berburu Mek sudah siap, dia juga sudah makan di rumah dan
segera menyusul Sandi.
‘’Sandi, yuk kita berangkat lagi
? peralatan ku sudah siap !. Ajak Mek kepada Sandi.
Iya , sebentar.. tapi aku belum
minum kopi !.’’ Jawab Sandi.
Karena menunggu air lama mendidih Sandi pun langsung pergi dan tidak jadi
minum kopi.
‘’ Yuk, kita berangkat ?’’
Ajak Sandi dengan semangat.
‘’Yuk lah ! ‘’ Jawab Mek. Akhirnya mereka berdua
pun pergi berburu, di sana mereka tidak melihat binatang satu pun, karena hampir setiap hari diburu mereka berdua. Tidak jauh dari lokasi kebun karet, terdengar suara burung bangau. Mendengar suara burung bangau, mereka langsung
mencari arah suaranya, makin lama suaranya makin menjauh dan mereka selalu
mengikuti suara burung bangau.
Hari pun semakin petang menunjukan pukul 05.30. Mereka pun masih mencari burung itu, secara tidak sadar mereka sudah memasuki wilayah hutan angker. ‘’ Wah, kita sudah memasuki wilayah hutan angker !’’ kata Mek dengan rasa kaget. Suhu pun mulai dingin dan terdengar suara banyak binatang membuat mereka merinding, tapi Sandi dan Mek mencoba beranikan diri mencari suara binatang tersebut. tidak jauh dari situ ada pohon Beringin (Kayu Ara) besar, dibawah pohon itu dilihatnya ada dua ekor kijang, dua ekor kancil, dan dua ekor ayam hutan.
Melihat binatang banyak dan berpasangan dibawah pohon Kayu Ara, Sandi langsung menembak satu ekor kijang dan satu ekor kancil, begitu juga Sandi menembak satu ekor ayam hutan, dan pasangan kijang, kancil dan ayam hutan lainnya lari ke semak - semak, mereka pun mencarinya ke semak - semak.
Tidak jauh dari mereka ada
seeokor babi hutan. Melihat babi hutan itu Mek pun langsung mengejarnya. ‘’itu
ada babi hutan yuk kita kejar ? kamu ke arah timur dan aku ke arah barat ! ‘’Ajak Mek kepada Sandi.
‘’ Iya, siap!.’’ Jawab Sandi dengan nada tegas.
Mereka pun berpencar, Mek ke arah timur dan Sandi ke arah barat. Tidak lama kemudian Mek melihat babi hutan di depannya, kemudian ditembaknya babi itu pas diatas
kepalanya. Lalu dilihatnya ternyata bukan babi dan itu adalah Sandi. ‘’Astaga ! ternyata aku menembak Sandi''. kata Mek dalam hati. Dia pun langsung menangis dan dibawanya pulang mayat Sandi. Mek menyesal karena sudah berburu di hutan angker.
Setelah sampai di perkampungan
semua orang melihat Mek membawa mayat Sandi, di sana Mek bertemu dengan ibunya Sandi. ‘’ Kenapa Sandi sampai
meninggal seperti itu ?’’ Tanya ibu nya Sandi sambil heran dan menangis. ‘’Maaf
bu, aku tidak sengaja menembaknya, tadi kami berburu di hutan angker, disana
aku melihat dia seperti seekor babi, jadi aku kira babi hutan dan langsung aku
tembak pas di atas kepalanya.’’ Jawab Mek sambil menjelaskan
kejadiannya.
‘’ Kalau begitu kamu harus di hukum
adat dan di masukan ke penjara’’ kata ibunya Sandi sambil kesal.
Akhirnya Mek membayar
hukuman adat dan masuk ke dalam penjara. Didalam penjara dia pun bermimpi
bertemu dengan Sandi. Didalam mimpi dia melihat Sandi dimarahi dan diikat kakek
tua karena sering berburu menghabisi binatang yang ada di hutan. Inilah akibatnya berburu di hutan angker.
Pesan singkat : Dari cerita ini
mengajak kita untuk lebih hati – hati ketika berburu, jangan sampai menghabisi
binatang di sekitar alam kita. Sayangi juga alam kita. Terimakasih.
Komentar