Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen

Cerita Legenda Gua Batu

Gambar
Cerita Legenda Gua Batu Gua Batu terletak di Desa Tapen Kecamatan Suti Semarang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Menurut masyarakat setempat dahulu ada seorang anak kecil tinggal bersama neneknya, mereka keluarga yang miskin. Di sana ada orang kaya yang sombong, mereka sedang mengadakan acara pernikahan. Anak kecil itu pun pergi ke pesta acara pernikahan dia meminta makan karena lapar, tapi apa yang terjadi malah dia diberikan kulat karet yang dibungkus dengan daun. Dengan senang hati anak itu pulang membawa makanannya, anak itu berkata dengan  neneknya, ''Nek..aku ada makanan tadi aku ketempat yang pesta mereka memberikan aku makanan ini.'' lalu dibukanya makanan tersebut dan dimakannya tetapi anak itu susah memakannya karena liat.  Cucunya berkata dengan neneknya, ''Nek.. Mengapa kue cucur ini liat?''  Mendengar cucunya berkata kue nya liat, neneknya pun langsung mengambil kue tersebut dan dilihatnya ternyata kulat karet, sang nenek heran dan s...

Cerpen : Terjebak Cinta Masa Remaja

Awal duduk di bangku SMP Budi belum sama sekali mengenal cinta, dia anak yang rajin dan pintar di sekolah dia sering kali dapat perinkat satu. Ibunya sangat menyayanginya tapi, ayahnya sangat membencinya karena dia anak angkat. Ibunya sering perhatian dengan Budi kadang membuat ayahnya cemburu. Setelah Budi masuk SMA ayahnya menyekolahkan dia di kota dan tinggal di asrama. Di asrama teman – temanya bilang dia anak yang culun karena takut pada wanita. Setelah masuk jam sekolah Budi disuruh Ibu Guru memperkenalkan diri di depan kelas, setelah maju didepan Budi melihat di depannya ada murid yang cantik dan putih yang selalu menatap kearah Budi sehingga membuat Budi gugup untuk berbicara didepan kelas. Melihat Budi gugup, bu guru sempat menegurnya. ‘’anak ganteng…mengapa kamu diam? Siapa nama kamu?’’ Tanya bu guru. ‘’nama saya Budi, saya tingal di kampung Rambutan.’’ Jawab Budi sambil memperkenalkan diri. Akhirnya bu guru menyuruh dia duduk. Setelah giliran murid yang cantik dan puti...

Cerpen : Akibat Berburu Di Hutan Angker

Gambar
  Cerpen : Akibat Berburu Di Hutan Angker Pada zaman dahulu ada sebuah Desa bernama Desa Katungo. Di sekitar Desa Katungo terdapat hutan yang sangat angker. Di hutan tersebut biasanya terdengar suara aneh, ada suara rintihan menangis, ada suara orang tertawa dan ada bunyi pohon tumbang. Mendengar ada suara seperti itu membuat orang Desa takut. Awalnya orang Desa penasaran dan langsung pergi ke hutan tersebut, akan tetapi ketika mereka lihat, tidak ada satu pohon pun yang tumbang di hutan tersebut. Setiap malam jumat atau hujan panas selalu terdengar suara - suara aneh. Maka dari itu orang di Desa tersebut menyebutnya Hutan Angker. Di Desa Katungo, ada dua orang pemuda bernama Mek dan Sandi mereka   adalah sahabat yang akrab. Mek dan Sandi suka berburu, hampir setiap hari mereka berburu, mereka berburu Rusa, kijang, Babi Hutan, Kelinci, dan binatang lainnya. Hampir semua hutan sudah mereka burui, tapi hanya satu hutan yang belum pernah diburui yaitu Hutan Angker. Suatu ha...

Cerpen : Berawal Karena Tidak Bisa Belajar Secara Online

Gambar
Cerpen : Berawal Karena Tidak Bisa Belajar Secara Online Dinda merupakan Siswi kelas 2A dia anak yang rajin mau membantu ibunya kerja. Ibunya Dinda bernama Kanis. Dinda tinggal dikampung bersama ibu dan adiknya, sedangkan ayahnya sudah menikah lagi. Mereka termasuk keluarga kurang mampu. Selama pandemi siswa siswi tidak lagi belajar tatap muka mereka harus belajar secara Online di rumah.     Pada suatu hari Dinda minta belikan HandPhone (HP) sama ibu nya… '' Ma .. kami sekarang belajar Online lewat internet dan tidak lagi belajar tatap muka seperti biasanya, boleh kah saya membeli HP (HandPhone)? untuk kami belajar di rumah. '' Sahut ibunya, '' Nak .. Maaf .. !! Ibu tidak bisa membelikan HP, ibu belum punya uang, apalagi sekarang harga barang naik dan pendapatan kita sedikit, l ihat sawah kita gagal karena mau beli pupuk saja sekarang mahal.'' Mendengar perkataan ibunya Dinda sedih, k arena tidak bisa belajar secara Online akhirnya Dinda memutuskan...