Cerita Legenda Gua Batu
Awal duduk di bangku SMP Budi
belum sama sekali mengenal cinta, dia anak yang rajin dan pintar di sekolah dia
sering kali dapat perinkat satu. Ibunya sangat menyayanginya tapi, ayahnya sangat
membencinya karena dia anak angkat. Ibunya sering perhatian dengan Budi kadang
membuat ayahnya cemburu. Setelah Budi masuk SMA ayahnya menyekolahkan dia di kota dan tinggal di asrama. Di asrama teman – temanya bilang dia anak yang
culun karena takut pada wanita.
Setelah masuk jam sekolah Budi
disuruh Ibu Guru memperkenalkan diri di depan kelas, setelah maju didepan Budi
melihat di depannya ada murid yang cantik dan putih yang selalu menatap kearah Budi
sehingga membuat Budi gugup untuk berbicara didepan kelas. Melihat Budi gugup, bu
guru sempat menegurnya. ‘’anak ganteng…mengapa kamu diam? Siapa nama kamu?’’ Tanya
bu guru. ‘’nama saya Budi, saya tingal di kampung Rambutan.’’ Jawab Budi sambil
memperkenalkan diri. Akhirnya bu guru menyuruh dia duduk.
Setelah giliran murid yang cantik
dan putih memperkenalkan diri, Budi pun langsung terpesona selalu dilihatnya . ‘’Selamat
pagi ibu guru dan teman – teman perkenalkan nama saya Gadis, asal kota Batu.
terimakasih.’’ Kata Gadis sambil memperkenalkan diri. Setelah jam istirahat Budi
pergi ke taman disana ada kakak kelasnya Budi dia juga senior di asramanya. Namanya
Anton dia anak nakal suka menganggu Budi. ‘’Hai anak culun.. takut sama
perempuan.’’ Kata Anton sambil mengejek Budi. Mendengar ejekan Anton membuat Budi malu dan lansung
pergi ke Toilet, disana Budi sedih dan termenung. Akhirnya dia punya ide untuk
memberanikan diri pada wanita.
Keesokan harinya Budi pergi di taman
disana dia memberanikan diri berkenalan dengan Gadis. ‘’Hai Gadis lagi buat apa
? Tanya Budi. ‘’saya sedang membaca buku sejarah.’’ Jawab Gadis sambil
tersenyum. ‘’ Wah kalau begitu kita sama dong.. saya juga suka membaca sejarah.’’
Kata Budi dengan senang. Lama kelamaan hubungan Budi dengan Gadis semakin
dekat. Melihat hubungan mereka berdua semakin dekat Anton sempat kaget melihat
si culun bisa berani dekat dengan wanita. Anton pun ngerjain Budi dengan memasukan buku Porno dalam
tasnya.
Setelah masuk jam pelajaran,
Gadis ingin mepinjam buku Biologi kepada Budi, dan Budi langsung
mempersilakan Gadis mengambil dalam Tas nya karena budi asyik mengerjakan tugas
lainnya. Setelah Gadis membuka bukunya dia langsung heran, langsung di tutupnya
buku itu dan dimasukan dalam tasnya dan dibawa pulang. Karena penasaran Gadis
diam – diam membaca buku porno tersebut. Menjelang malam minggu Gadis mengajak
Anton pergi ke Villa. ‘’ Budi..inikan malam minggu yuk kita pergi jalan – jalan
ke Villa?’’ Ajak Gadis. ‘’Yuk lah.. saya juga bete di asrama terus.’’ Jawab Budi.
Akhirnya mereka berdua pergi ke Villa disana hubungan mereka semakin dekat.
Gadis sambil membuka buku Porno. ‘’Budi kamu sering ya membaca buku ini?’’ Tanya
Gadis sambil tersenyum. ‘’Belum pernah. ‘’jawab Budi. Akhirnya gadis membuka buku
tersebut di depan Budi, dan Budi pun asyik melihatnya lalu mereka berdua sambil
membacanya.
Malam pun semakin larut mereka
berdua akhirnya melakukan hubungan intim. Keesokan harinya mereka lakukan lagi.
Suatu hari gadis muntah – muntah rupanya dia hamil. Setelah mengetahui dia
hamil Gadis pun sempat ingin mengugurkan kehamilannya tapi, dia tidak berani
karena takut dosa atau sampai meninggal. Gadis menyesal karena sudah melakukan
hubungan dengan Budi. Keesokan harinya
gadis pergi ke asrama Budi disana dia minta pertangungjawaban atas
kehamilannya. ‘’Bang.. Budi adek hamil..adek minta pertangungjawaban dari
abang?’’ Tanya Gadis sambil memangis. Budi sempat kaget dan menyesal telah
malakukan hubungan yang belum saatnya, karena mereka berdua belum siap dan
masih sekolah. Akhirnya Budi pun mau bertangung jawab atas kehamilannya. Mendengar
Gadis hamil pihak sekolah memberhentikan Gadis dan Budi. Setelah orang tua Budi
mengetahui Budi menghamili Gadis ayahnya Budi sangat marah dan kesal sampai menampar
wajah Budi, dan ibunya sangat malu. Begitu juga kedua orang tua Gadis pun kesal
apa yang telah di perbuat anak nya.
Komentar