Cerita Legenda Gua Batu

Cerita Legenda Gua Batu
Gua Batu terletak di Desa Tapen Kecamatan Suti Semarang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Menurut masyarakat setempat dahulu ada seorang anak kecil tinggal bersama neneknya, mereka keluarga yang miskin. Di sana ada orang kaya yang sombong, mereka sedang mengadakan acara pernikahan. Anak kecil itu pun pergi ke pesta acara pernikahan dia meminta makan karena lapar, tapi apa yang terjadi malah dia diberikan kulat karet yang dibungkus dengan daun.

Dengan senang hati anak itu pulang membawa makanannya, anak itu berkata dengan  neneknya, ''Nek..aku ada makanan tadi aku ketempat yang pesta mereka memberikan aku makanan ini.'' lalu dibukanya makanan tersebut dan dimakannya tetapi anak itu susah memakannya karena liat. 

Cucunya berkata dengan neneknya, ''Nek.. Mengapa kue cucur ini liat?''  Mendengar cucunya berkata kue nya liat, neneknya pun langsung mengambil kue tersebut dan dilihatnya ternyata kulat karet, sang nenek heran dan sedih melihat cucunya makan kulat karet. Sang nenek berkata, '' sampai teganya orang - orang di sana memberi cucu ku kulat karet, semoga Tuhan menghukum mereka disana.''

Akhirnya sang Nenek menyuruh cucunya pergi ke pesta itu dengan membawa kucing yang didandani pakai pakaian. Setelah sampai ke pesta orang – orang yang melihat kucing itu langsung tertawa dan akhirnya terjadilah bencana dimana langit gelap, angin kencang membawa rumah tersebut dan semua yang ada disitu berubah menjadi batu. Menurut cerita dahulu kita tidak boleh menertawakan kucing kalau kita sampai menertawakan kucing akan terjadi bencana apalagi kita sampai membunuh kucing.

Sampai saat ini yang ada gua batu. Pada tahun 2000 ada suami istri mau pergi ke gua batu tapi apa yang terjadi kampung tersebut kena angin kencang. Menurut masyarakat setempat tidak boleh membawa wanita pergi ketempat itu. Di sana juga ada gong batu Menurut masyarakat setempat kalau dibunyikan akan terjadi hujan lebat dan angin kencang.

Ternyata cerita ini bukan hanya terjadi di Desa Tapen, Kecamatan Suti Semarang, tetapi ada juga terjadi di daerah lain yang ada di Kalimantan Barat seperti di Desa Salumang, Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak ada ''Batu Abur'' ini terjadi juga karena menertawakan kucing.





Foto: Gua Batu Di Desa Tapen
Kecamatan Suti Semarang

Komentar

Yose1410.blogspot.com mengatakan…
Selamat membaca. Jika ada kata yang salah kirim masukannya juga. Terimakasih
SAMUEL LANDAK mengatakan…
Mantap lanjutkan terus 👍
Anonim mengatakan…
MANTAPP,

Postingan populer dari blog ini

Cerpen : Berawal Karena Tidak Bisa Belajar Secara Online

Cerita Tentang Patung Pantak Dayak Kalimantan Rumpun Kanayatn

Cerpen : Akibat Berburu Di Hutan Angker