Cerita Legenda Gua Batu

Gambar
Cerita Legenda Gua Batu Gua Batu terletak di Desa Tapen Kecamatan Suti Semarang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Menurut masyarakat setempat dahulu ada seorang anak kecil tinggal bersama neneknya, mereka keluarga yang miskin. Di sana ada orang kaya yang sombong, mereka sedang mengadakan acara pernikahan. Anak kecil itu pun pergi ke pesta acara pernikahan dia meminta makan karena lapar, tapi apa yang terjadi malah dia diberikan kulat karet yang dibungkus dengan daun. Dengan senang hati anak itu pulang membawa makanannya, anak itu berkata dengan  neneknya, ''Nek..aku ada makanan tadi aku ketempat yang pesta mereka memberikan aku makanan ini.'' lalu dibukanya makanan tersebut dan dimakannya tetapi anak itu susah memakannya karena liat.  Cucunya berkata dengan neneknya, ''Nek.. Mengapa kue cucur ini liat?''  Mendengar cucunya berkata kue nya liat, neneknya pun langsung mengambil kue tersebut dan dilihatnya ternyata kulat karet, sang nenek heran dan s...

Cerita Legenda Batu Menangis

                                                             Cerita Legenda Batu Menangis

Cerita batu menangis cerita rakyat Kalimantan barat. Zaman dahulu ada seorang gadis yang sangat cantik jelita, tubuhnya sangat mulus dan mempesona. Dia tinggal bersama ibunya, dan ibunya juga sudah menjanda. Mereka tinggal jauh dari pemukiman penduduk. Gadis itu memang cantik, namun memiliki sifat buruk. Dia tidak pernah membantu ibunya baik kerja didalam rumah maupun di luar rumah. Memasak dirumah pun dia tidak pernah apalagi mau membersihkan rumah atau mencuci sama sekali tidak pernah. Dia sangat manja sama ibunya apa yang dia minta harus dituruti dan dikabulkan, padahal kondisi mereka sangat miskin samapi - sampai ibunya kerja harus membanting tulang untuk mencari kebutuhan sehari-hari.

Suatu hari ibunya mengajaknya turun ke desa untuk berbelanja. Gadis itu berpakaian bagus dan berpenampilan cantik sehingga orang yang melihatnya mengaguminya, sedangkan ibunya berpenampilan lusuh dan jelek.  Dalam perjalanan, ibunya sedang membawa keranjang, sedangkan gadis itu tidak membawa apapun - hanya berjalan sambil bergaya.

Ketika memasuki desa, orang memandangi mereka. Mereka yang melihat gadis itu terpesona karena kecantikannya. Terutama pemuda yang ada disitu sangat mengaguminya. Gadis itu berjalan paling depan sedangkan ibunya mengikuti dibelakangnya. Ketika melihat ibunya orang bertanya, ‘’Hai, gadis cantik siapa yang berjalan di belakang mu ? Apakah itu ibumu?’’ Namun, dengan angkuh dan sombong gadis itu menjawab. ‘’Bukan,dia bukan ibuku,  dia adalah pembantu ku ! lihat dia dekil dan aku cantik sangat jauh dengannya’’ Setiap kali orang bertanya dengan siapa dia berjalan dia selalu menjawab kalau dia berjalan yang dibelakangnya adalah pembantunya.

Pada mulanya mendengar putrinya bilang dia adalah pembantu, ibunya masih bisa menahan diri memaafkannya , karena setiap orang lain menanyakan dengan siapa dia berjalan dia selalu berkata dengan pembantu. Akhirnya ibunya tidak bisa menahan diri dan berdoa. ‘’ Ya Tuhan, hamba tidak kuat lagi menahan hinaan ini. Anak kandung ku tega memperlakukan ku seperti ini. ‘’ Ya, Tuhan hukumlah dia anak durhaka ini.’’ Atas kuasa Tuhan, lambat laun tubuh gadis itu berubah menjadi batu. Mulai dari ujung kaki mulai kelihatan perubahannya, ketika perubahannya mulai setengah badan, anak gadis itu menangis dan memohon ampun kepada ibunya.

‘’Oh, Ibu…ampunilah saya, saya berjanji menjadi anak yang baik. ‘’Gadis itu selalu menangis dan minta ampun kepada ibunya namun sudah terlambat. Akhirnya seluruh tubuh gadis itu penuh manjadi batu. Sampai saat ini batu tersebut disebut ‘’Batu Menangis’’. Karena selalu mengeluarkan air.


Demikianlah cerita legenda batu menangis. Mari sayangi Ibu dan Ayah kita jangan sampai menyakitinya apalagi tidak mengakuinya sebagai orang tua kita. Terimakasih!!




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen : Berawal Karena Tidak Bisa Belajar Secara Online

Cerita Tentang Patung Pantak Dayak Kalimantan Rumpun Kanayatn

Cerpen : Akibat Berburu Di Hutan Angker