Cerita Legenda Gua Batu

Gambar
Cerita Legenda Gua Batu Gua Batu terletak di Desa Tapen Kecamatan Suti Semarang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Menurut masyarakat setempat dahulu ada seorang anak kecil tinggal bersama neneknya, mereka keluarga yang miskin. Di sana ada orang kaya yang sombong, mereka sedang mengadakan acara pernikahan. Anak kecil itu pun pergi ke pesta acara pernikahan dia meminta makan karena lapar, tapi apa yang terjadi malah dia diberikan kulat karet yang dibungkus dengan daun. Dengan senang hati anak itu pulang membawa makanannya, anak itu berkata dengan  neneknya, ''Nek..aku ada makanan tadi aku ketempat yang pesta mereka memberikan aku makanan ini.'' lalu dibukanya makanan tersebut dan dimakannya tetapi anak itu susah memakannya karena liat.  Cucunya berkata dengan neneknya, ''Nek.. Mengapa kue cucur ini liat?''  Mendengar cucunya berkata kue nya liat, neneknya pun langsung mengambil kue tersebut dan dilihatnya ternyata kulat karet, sang nenek heran dan s...

Cerita Tentang Patung Pantak Dayak Kalimantan Rumpun Kanayatn

Disini menceritakan tentang patung Pantak Dayak kalimantan terutama di rumpun Kanayatn. Zaman dahulu orang mengabadikan tokoh dalam bentuk patung yang disebut Pantak.

Pembuatan patung Pantak ini terjadi pada masyarakat Dayak kalimantan, khususnya masyarakat Dayak rumpun Kanayatn. Pada masyarakat Dayak rumpun Kanayatn akan membuat sebuah patung untuk menghormati tokoh atau pahlawannya yang telah berjasa seperti panglima (Pangalima) atau orang sakti, Pantak juga dibuat sebagai batas kampung dan pelindung kampung. Masyarakat memiliki keyakinan bahwa patung Patak ini dijadikan sebagai penjaga kampung dari musuh atau wabah penyakit yang dapat menyerang, jika ada orang luar kampung yang berniat jahat kepada seseorang dan masuk dalam kampung maka tidak akan selamat biasanya sakit atau meninggal.

Pantak biasanya terbuat dari kayu ulin atau belian, namun ada juga yang dipahat disebuah batu berbentuk manusia, ukuran dari patung juga berbeda mulai dari ukuran yang paling kecil sebesar betis orang dewasa, dan yang paling besar sampai satu setengah meter, begitu juga dengan tinggi dari masing masing patung juga beragam sesuai kecil dan besanya patung, kira kira tingginya dengan diamater 20-30 cm.

Pantak juga dibedakan menjadi tiga jenis yaitu, pertama Pantak Panyugu yang diperuntukkan bagi pemimpin pertanian yang berada di kampung tersebut.

Kedua adalah Pantak Padagi yang diperuntukkan untuk para tokoh perang dan pengobatan (Pangalangok atau dukun) yang ada dikampung.

Kemudian yang ketiga Pantak Keluarga yang diperuntukkan sebagai contoh bagi keluarga dan dapat mengayomi keluarga yang bersangkutan.

Setiap Pantak akan memiliki namanya masing masing misalnya Pantak Nek Macan, Pantak Nek Baruang, Pantak Nek Dari,dan lain sebagainya. Pantak biasanya diberi rumah atau pondok permanen yang disebut dengan Penyugu dan senantiasa dirawat dengan diberi sesaji oleh masyarakat. Saking keramatnya setiap orang yang melewati Pantak harus memberi salam atau dalam bahasa dayak Kanayatn disebut 'Tabe'' sebagai bentuk penghormatan kepada roh leluhur.

Disamping itu, ketika terjadi peperangan biasanya dibuat suatu ritual untuk meminta bantuan kepada arwah leluhur nenek moyang yang ada di Pantak. 

Menurut cerita masyarakat dahulu ada seorang berniat mencabut Pantak untuk dijual ke Malaysia karena harganya mahal, tapi setelah mau mencabutnya tidak bisa tercabut malah langit berubah hitam terjadi petir dan hujan lebat, setelah pulang ke rumah orang tersebut meninggal. Ada juga cerita mencuri Pantak langsung sakit akhirnya meninggal. 

Menurut orang tua ''Pamali'' atau kita tidak boleh kencing sembarangan di sekitar Pantak apa lagi mengotori tempat itu. Pantak sangat keramat kita tidak boleh mancabut atau memindahkannya begitu saja, untuk memindahkannya saja kita pakai Adat Dayak.

Masih banyak lagi cerita tentang Pantak, mengenai keramatnya. Baca juga cerita di daerah lainnya.

Terimakasih!!

 


Sumber Gambar : file:///C:/Users/user/Downloads/13155-Article%20Text-26737-6-10-20170503%20(2).pdf

                  Sumbar Gambar : https://eramadani.com/patung-pantak-keramat-dayak-kanayatn/





Komentar

Yose1410.blogspot.com mengatakan…
Semoga pantak tempat kita masih terjaga
Yose1410.blogspot.com mengatakan…
Maaf. Mohon masukannya juga. Terimakasih
SAMUEL LANDAK mengatakan…
Terima kasih infonya